Sejarah Bell Telephone Company

Alexander Bell dilahirkan di Skotlandia dalam keluarga terapis pidato. Pada usia 11 tahun, ia mengadopsi nama tengah “Graham” dari kekaguman atas keluarga sahabat. Alat yang ia temukan, menjembatani dunia telegraf dan internet, membuatnya kaya dan terkenal. Satu seperempat abad kemudian, seorang Italia diakui sebagai penemu sejati telepon yang pertama.

Keluarga Bell dari Edinburgh erat dihubungkan dengan pengajaran seni berdeklamasi dan bekerja bersama orang-orang tuli. Ibu Alexander sendiri tuli. Semasa remaja, “Alec” menjadikan misi hidupnya menemukan “obat” dari penyakit ini.

Dia memang hidup pada zaman rasionalisme ilmiah otoritarian yang memandang cacat jasmaniah sebagai “cacat” yang dapat diobati agar generasi berikutnya terhindar dari kerusakan serupa. Pada awal abad ke-20, ini akan membahayakan gerakan eugenics. Gerakan yang kelak Bell akan menjadi anggota yang menonjol.

Di usia 16 btahun pada 1863, ia mengajar seni deklamasi dan musik. Tahun berikutnya ia kuliah di Universitas Edinburgh, kemudian memegang pos mengajar di Bath.

Pada 1870, saat berusia 23 tahun, keluarga Bell bermigrasi ke Kanada. Mereka menetap di Brantford, Ontario. Di sini ayah Bell, Profesor Alexander Melville Bell, mengumumkan secara resmi System of Visible Speech, temuannya yang ditujukan untuk membantu orang bisu.

Tonggak Sejarah Bell Telephone Company

1847: Kelahiran Alexander Graham Bell.

1870: Bell bersama keluarganya bermigrasi dari Skotlandia ke Kanada.

1871: Bell pindah ke AS.

1872: Antonio Meucci, seorang inventor  keturunan Italia, memasok sebuah prototipe telepon listrik, namun kemudian prototipe ini “hilang.”

1875: Bell, yang mengerjakan alatnya sendiri secara independen, berusaha untuk mentransmisikan suara.

1876: Bell diberi paten, tiga hari kemudian mentransmisikan suara dengan alatnya tersebut.

1877: Bell Telephone Company didirikan.

1878: Western Union menolak membeli paten tersebut, menganggapnya “mainan.” Sambungan telepon pertama dibuka.

1887: Meucci gagal dalam upayanya membatalkan paten Bell.

1889: Meucci meninggal dunia dalam ketidakjelasan.

1915: Bell melakukan panggilan telepn transkontinental pertama dari New York ke San Francisco.

1922: Kematian Alexander Graham Bell.

2002: DPR Amerika Serikat mengakui Antonio Meucci sebagai inventor sejati telepon.

Dedikasinya untuk Cinta

Ketika Profesor Bell diundang untuk menempati posisi di sekolah orang bisu di Boston, Massachusetts, putranya sudah bereksperimen dengan alat yang membuat suara piano bisa ditransmsikan dalam suatu jarak tertentu melalui listrik. Bell Senior menolak posisi di Boston dan lebih setuju putranya saja yang mengajar di sana.

Karena itulah Alexander Graham Bell menjadi profesor fisiologi vokal dan seni deklamasi di Boston University School of Oratory. Di sini Bell muda bertemu dengan Mabel Hubbard, mahasisinya yang berusia 20 tahun. Seketika itu juga Bell tertarik padanya.

Mabel Hubbard adalah putri dari keluarga kaya di perkotaan Boston. Bell rutin mengajari murid-muridnya yang tuli untuk menyentuh tenggorokan mereka sendiri secara halus. Tujuannya agar mereka meraskan getaran yang berubah dan suara berbeda yang dihasilkannya.

Bell memuji suara Mabel. “Tak seorang pun memberitahu hal itu sebelumnya,” tulis Mabel. Ketertarikan itu bersifat mutual dan begitu kuat.

Akan tetapi, ibu Mabel tidak setuju akan hubungan mereka. Ia mengusir imigran Skotlandia itu dari rumah musim panas mereka di  Nantucket. Tepatnya terjadi ketika satu malam, Bell meminta Mabel untuk menikah. Sang ibu mengatakan bahwa putrinya tidak berkeinginan untuk membalas cintanya.

Banyak orang mengatakan bahwa Bell menyalurkan ketetapan hatinya untuk menikahi Mabel lewat usaha untuk membuat penemuan besar. Penemuan ini  Bell harap dapat menjadikannya kaya, terkenal, dan diterima oleh keluarga Hubbard. Ia juga mendapatkan kerja sama yang tak terduga dari calon ayah mertuanya, pengacara Gardiner Hubbard, untuk membuat penemuan itu berhasil.

Penemuan Bell ini, sebagaimana kasus bola lampu dan telegraf, memiliki kunci pada teknologi listrik.

Leave a Comment