Menanam dan Budidaya Terong

Terong/terung (Solanum melongena) adalah tanaman sayur yang dimanfaatkan buahnya sebagai bahan konsumsi. Tanaman ini mempunyai pohon yang mirip dengan pohon tanaman perdu dengan daun lebar dan batang yang sedikit keras berkayu. Rata-rata terong mempunyai tinggi tanaman sekitar 60–240 cm. Ciri dari tanaman ini adalah batangnya yang berair, sedikit berbulu dan ada juga yang memiliki duri. Terong banyak mengandung protein dan serat sehingga sangat cocok untuk menu lauk pauk saat makan. Menu yang sering dibuat dari terong adalah sayur lodeh, sambal terong, terong balado, terong goreng krispi, dll. Pada dasarnya tanaman terong sangat baik dibudidayakan di lahan dengan pH 5-6 dan kondisi tanah berpasir. Akan tetapi terong tetap bisa dibudidayakan di lahan jenisapapun baik dataran tinggi maupun rendah. Tanaman terong yang sering ditanam petani adalah terong kopek, terong craigi, terong bogor/terong kelapa, terong gelatik, terong acar

Pembenihan dan Persemaian

Benih terong dapat diperoleh dengan cara memilih buah terong yang besar dengan kulit buah yang mulus tanpa cacat dan penyakit. Diamkan buah pada batangnya sampai kulit buah menguning minimal 75%, kemudian potong tangkai dengan pisau tajam. Jemur buah terong dibawah terik matahari sampai cokelat. Pisahkan biji dari buah kemudian jemur biji hingga kering. Sedangkan untuk persemaian benih yang sudah siap direndam dalam air hangat (50 derajat celcius) selama 1 jam. Buang benih yang mengambang dan tiriskan benih yang tenggelam saebagai benih yang akan ditanam. Selanjutnya benih yang sudah siap bisa disebar secara merata pada media persemaian dari campuran tanah dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1:1. Tutup persemaian dengan daun pisang selama 2-3 hari dan letakkan di tempat teduh. Setelah 7-8 hari setelah semai kemudian bibit dipindahkan ke polybag agar mudah pemeliharaannya. Lakukan penyiraman setiap hari disaat pagi dan sore hari. Setelah berusia 4-5 minggu (mempunyai 4-5 daun) maka bibit siap ditanam di lahan luas.

Pengolahan Tanah

Tanah yang akan diolah sebelumnya ditaburi dengan kompos/pupukkandang saat 1-2 minggu sebelum dicangkul/dibajak. Setelah itu lahan dibuat bedengan dengan lebar 120–140 cm dan panjang sesuai luas lahan yang tersedia. Buat parit sebagai drainase dengan kedalaman 20-30 cm dan lebarnya 60-80 cm. Selanjutnya buat lubang tanam perbedeng sebanyak dua larik dengan kedalaman 20-25 cm. Masukkan pupuk kandang/kompos sebanyak 0,5-1 kg per lubang.

Penanaman dan Pemeliharaan

Penanaman dapat dilakukan dengan jarak tanam dalam barisan 50–70 cm dengan jarak antar barisan 80–90 cm (tiap bedengan terdapat dua baris). Lakukan penyiraman secara rutin (pagi dan sore hari). Pemupukan bisa diberikan setelah usia tanaman menginjak 1-2 minggu setelah tanam. Pemupukan dilakukan dengan memberikan urea dengan dosis 30 kg/hektardicampur dengan ZA dan ZK (1:1) dengan dosis 10 g/tanaman dengan jarak pemberian pupuk 5 cm dari pangkal batang. Selanjutnya setelah 2,5-3 bulan maka bisa dilakukan pemupukan lagi. Lakukan penyiangan gulma secara berkala selama masa tanam. Lakukan penyiraman rutin dengan disesuaikan kondisi cuaca pada saat tanam. Bila diperlukan dapat dilakukan perompesan pada batang agar buah dapat tumbuh optimal. Setelah tanaman mulai berbuah, lakukan pemberian ajir untuk menopang tanaman. Setelah itu lakukan pengendalian hama dan penyakit dengan penanganan dan pestisida dengan dosis yang tepat.

Pemanenan

Setelah mengnjak masa tanam 4 bulan, terong dapat dipanen untuk yang pertama, dan seterusnya dapat dipanen tiap seminggu sekali. Rata-rata dalam 1 hektar lahan bisa menghasilkan 10–30 ton terong.

Leave a Comment