Isi Surat Cinta Terindah: “Aku Mencintaimu Tanpa Perlu Melihatmu”

Cinta, satu topik yang sangat sering dibicarakan. Cinta juga jadi satu topik yang diteliti oleh banyak psikolog, filsuf, pujangga, seniman, sampai orang-orang biasa seperti saya.

Salah satu bentuk cinta yang menarik untuk dipelajari adalah cinta dalam agama. Mengapa? Karena beberapa tokoh paling berpengaruh di dunia adalah tokoh agama. Sebagian besar orang generasi sekarang belum pernah bertemu tokoh-tokoh agama tersebut, namun jelas cintanya ada dan hadir. Cinta orang-orang pada tokoh agamanya terasa.

Michael Hart menilai tokoh paling berpengaruh di dunia adalah Nabi Muhammad. Uniknya, tidak ada satu orang pun yang hidup saat ini yang pernah melihat wajah beliau. Ini memberikan pelajaran bagi kita bahwa untuk merasakan cinta, tidak diperlukan indera sama sekali.

Cinta itu perasaan, oleh karena itu yang dibutuhkan adalah hati yang bisa merasa. Seperti  dalam film pendek ini, seorang anak yang mengajarkan kalimat ini: “Aku mencintaimu tanpa perlu melihatmu.” Film yang dibuat atas respons karikatur Charlie Hebdo ini mengajarkan pada banyak orang tentang arti cinta.

1

Isi Surat Cinta Terindah

 

Rasul yang kucintai,

Hari ini di sekolah, guru memintaku untuk menggambarmu

Aku suka menggambar, tapi aku belum pernah melihatmu

Maka kututup mataku

Dan kulihat air mata ibuku, saat membaca perjalananmu

Kulihat ayahku berdoa sepanjang malam

Kulihat kakak perempuanku tersenyum, walau ia baru saja dihina di jalan

Kulihat teman dekatku meminta maaf dariku, walau sebenarnya aku yang salah

Aku mau melukiskan semua gambar ini

Di sini, orang-orang ingin melihat segalanya, menonton segalanya

Tapi kututup mataku

Dan kulihat Engkau datang mendatangiku

Kulihat Engkau datang mendatangiku dengan senyum yang paling sempurna

Bagaimana aku bisa menggambar senyum yang sempurna?

Guruku tidak mengizinkanku berbicara saat aku ingin menjelaskan padanya

Aku tidak bisa menyalahkannya

Guruku mungkin tidak pernah belajar cara mencintai orang yang tidak dia lihat

Tapi aku,

Aku mencintaimu tanpa perlu melihatmu

Aku tidak pandai menggambar, tapi aku suka menulis

Aku ingin menulis untukmu, Ya Rasulullah

Jika saja Engkau dapat kembali ke hadapan kami untuk beberapa jam,

Beberapa detik,

Beberapa  saat,

Guruku pasti akan mengerti

Tinggalkan komentar