Belalang Goreng Manis

Kamu Suka Makan Belalang? Ketahuilah Hukum Makan Belalang Menurut Islam

makan belalang
sumber gambar: https://warasfarm.files.wordpress.com

Belakangan banyak penjualan makanan olahan belalang goreng, bahkan juga ada yang ditawarkan secara online. Bagaimana hukum memakan belalang menurut syariat Islam?

Dalam beberapa literatur, belalang adalah serangga herbivora dari subordo Caelifera dalam ordo Orthoptera. Serangga ini memiliki antena yang hampir selalu lebih pendek dari tubuhnya.

Serangga ini umumnya memiliki sayap, walaupun sayapnya kadang tidak dapat dipergunakan untuk terbang.

Belalang akan sering kita jumpai hinggap pada tumbuh-tumbuhan, biasanya paling banyak ditemukan yakni belalang yang hidup di tanaman sawah seperti tanaman padi, palawija, dan di rumput yang tumbuh di sawah.

Terkait hukum memakan belalang, maka mayoritas ulama sepakat akan kehalalannya. Bahkan bangkai belalang alias belalang yang mati dengan sendirinya, beserta bangkai ikan, dikecualikan dari keumuman haramnya memakan bangkai.

Hukum Makan Belalang Menurut Islam

Para ulama menjelaskan, boleh memakan belalang walau sudah menjadi bangkai. Binatang ini halal sebagaimana terdapat dalil dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أُحِلَّتْ لَنَا مَيْتَتَانِ وَدَمَانِ فَأَمَّا الْمَيْتَتَانِ فَالْحُوتُ وَالْجَرَادُ وَأَمَّا الدَّمَانِ فَالْكَبِدُ وَالطِّحَالُ

Kami dihalalkan dua bangkai dan darah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati dan limpa.”  (HR. Ahmad 2:97 dan Ibnu Majah no. 3314. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Bagaimana cara menyembelih belalang tadi? Jawabnya, belalang tadi jika mati dengan sendirinya, sudahlah halal sehingga tidak butuh pada penyembelihan khusus karena bangkainya saja suci.

Imam Nawawi berkata,

ويحل السمك والجراد من غير ذكاة

“Ikan dan belalang itu halal dimakan walau tidak lewat proses penyembelihan.” Lalu beliau rahimahullah berkata, “Dan tidak mungkin berdasarkan kebiasaan untuk menyembelih ikan dan belalang, maka penyembelihan keduanya tidak diperlukan.” (Al Majmu’, 9: 72)

Pada riwayat lainnya, dari Abdullah bin Abi Aufa ra, ia berkata, “Kami pernah berperang bersama Rasulullah SAW sebanyak tujuh kali peperangan, sementara kami hanya memakan belalang.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di menyatakan, “Padanya disebutkan bahwa belalang halal hukumnya. Halal memakannya, baik matinya secara wajar, atau menimbunnya pada air panas atau dingin, tetapi yang mati dengan wajar lebih sedikit manfaat dan kelezatannya daripada yang mati dengan dimasak.

Padanya juga terdapat macam dampak negatif, karena itu dikategorikan cacat yang menguranginya; maka andaikata seseorang membeli belalang lalu dia mendapatkannya dalam keadaan mati, maka ia boleh memilih; karena cacat, meskipun halal memakannya.” (Syarah Umdatul Ahkam, hlm. 951-952).

Dengan demikian menjadi jelas hukum mengonsumsi belalang, yakni halal, tanpa diragukan lagi. Bahkan para ulama zaman dahulu juga telah membahas tidak hanya hukum mengonsumsi belalang, namun juga membahas nilai gizi dan khasiat yang dikandungnya.

Salah satu ulama yang membahasnya adalah Ibnu Qayyim al-Jauziyah. Ia menyatakan, “Sifat daging belalang kering, panas, dan kurang bergizi.Terlalu banyak makan daging belalang membuat badan kurus. Jika dibakar dapat menjadi pengharum ruangan.

Manfaat Belalang Menurut Ilmu Kesehatan

belalang goreng manis
sumber gambar: https://gemalahanafiah.files.wordpress.com

Daging belalang dapat mempermudah dan menuntaskan buang air kecil, terutama bagi kaum wanita. Juga dapat digunakan untuk mengobati ambeien. Belalang gemuk dan tidak bersayap jika dibakar dan dimakan berkhasiat mengobati luka sengatan kalajengking. Namun bagian binatang ini sangat berbahaya untuk penderita sawan (epilepsi) atau orang yang pencernaannya kurang baik.” (Praktek Kedokteran Nabi, hlm. 467).

Penelitian ilmiah di era modern juga telah dilakukan dan membuktikan maafaat belalang. Seperti diungkapkan pakar ilmu gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Profesor Ahmad Sulaiman sebagaimana yang dilansir Health.kompas.com (Selasa, 6 November 2012), belalang merupakan hewan yang memiliki beragam jenis kandungan nutrisi penting seperti, protein, vitamin, asam lemak esensial dan mineral.

Menurut pakar dari Department of Community Nutrition, Fakultas Ekologi dan Manusia IPB itu, pada belalang yang masih segar, kandungan proteinnya sekitar 20 persen, tetapi pada yang kering sekitar 40 persen.

Belum kulitnya yang juga mengandung zat kitosan seperti udang. Tetapi tergantung jenis belalangnya, pada musim-musim tertentu ada jenis belang yang kandungan vitaminnya lebih tinggi. Belalang juga dapat memenuhi 25 hingga 30 persen kebutuhan vitamin A.

“Sudah banyak penelitian ilimiah yang membuktikan manfaat belalang. Di negara lain bahkan ada yang menjadikannya sebagai makanan pokok. Di Indonesia pun, di zaman kita susah belalang pernah menjadi makanan utama.

Tetapi kini sudah banyak ditinggalkan karena ada beragan sumber protein lainnya,” tuturnya.

Semoga penjelasan ini bermanfaat. Wallahu a’lam.

Leave a Comment