6 Cara Menghilangkan Depresi dari Orang yang Selamat dari Depresi Berat

Depresi itu apa sih? Jean-Francois Claude, advokat kesehatan jiwa dari Ottawa, Ontario, menyebutkan kalau depresi itu berbagai emosi yang bersaing dan datang bertubi-tubi. Emosi seperti apa saja? Merasa sendirian, marah, malu, bingung, tersesat, kewalahan, sampai rasa takut. Saat depresi, semua emosi ini membuat kita mati rasa.

“Respon pikiran saya adalah dengan mematirasakan dirinya terhadap semua perasaan ini dengan menon-aktifkan emosinya,” katanya.

Kesalahan terbesar saat menghadapi depresi adalah tetap diam, tidak mencari pertolongan. Ada 6 bintang Holiwood yang menceritakan bagaimana depresi mengancam hidup mereka, sekaligus bagaimana punya teman curhat yang terpercaya bisa mengatasi depresi ini.

Apalagi depresi terkadang bukan hanya masalah perasaan, tapi sudah membutuhkan bantuan medis. Contohnya saja Loralee Hutton, pengacara dari Vancouver. “Aku akhirnya mendapat diagnosis atas apa yang salah denganku,” kataLukasik. “Depresi bukanlah hanya ‘ada di kepalaku.’ Aku membutuhkan perhatian medis dan juga pengobatan.”

Sayangnya, kebanyakan orang mengabaikan kebutuhan untuk menghadapi depresi dan mencari pertolongan. Atau mereka memutuskan untuk minta bantuan profesional, tapi mengabaikan sarannya.

Agar tidak ada lagi yang mengulang kesalahan yang sama, berikut ini tips cara menghilangkan depresi dari beberapa orang yang pernah terkena depresi berat. Mereka membagikan pelajaran yang mereka dapat untuk mengelola perasaannya.

 

1. Tindak lanjuti diagnosismu dengan serius, jangan abaikan atau anggap remeh

 

www.depressiontreatmentcenter.com

Salah satu penyesalan terbesar Hutton setelah mendapat diagnosis dari ahlinya adalah mengabaikannya karena ada banyak hal urgen lain yang menyibukkannya, termasuk kematian salah satu keluarganya dan juga diagnosis penyakit lain yang ia derita. “Kuharap dulu aku menganggapnya lebih serius,” katanya.

Wartawan independen, Greg Harman, dari Texas, masih berjuang untuk bisa memprioritaskan kesehatan jiwanya.

“Semua gejala ini akhirnya bertumpuk berantakan, sampai memaksaku untuk menganggap penyembuhan sebagai keputusan hidup atau  mati,” kata Harman, pengarang After Depression: What an experimental medical treatment taught me about mental illness and recovery. “Aku baru bisa memprioritaskan penyembuhan depresiku saat hal ini hampir membunuhku. Harusnya tak seorang pun menghadapi hal ini.”

Tidka mengabaikan kondisimu juga berarti memenuhi semua resep dan rekomendasi pengobatan, kata Moe Gelbart, PhD, psikolog di Torrance Memorial Medical Center, California. “Sangat sering para klien menolak mengambil obat,” kata Dr. Gelbart. “Terkadang penyebabnya karena efek samping, seperti kenaikan berat badan dan penurunan gairah seksual. Atau bisa jadi anggapan kalau jika mereka minum obat, mereka mengakui kalau memang ada yang salah dengan diri mereka.”

Gelbart menyarankan agar kita menerima depresi sebagai penyakit, bukan tanda kelemahan kita atau cacat. Mengelola depresi itu tidak seperti mengelola penyakit kronis lainnya, seperti diabetes.

“Depresi itu seperti penyakit seumur hidup yang hanya membutuhkan pemeliharaan yang baik,” kata Harman. “Tanpa perhatian yang baik, depresi atau penyakit kronis bisa berakhir sangat buruk. Keduanya bisa menyebabkan kematian.”

 

2. Kamu tidak sendirian, cari bantuan dan pertolongan

 

www.viki.com

“Kamu tidak sendirian,” kata setiap orang yang sudah melewati depresi.

Realitanya, kata Harman, :depresi itu seorang ibu yang tidak pilih-pilih.” Depresi memengaruhi semua tipe orang yang berbeda. “Yang cantik dan yang biasa-biasa saja, yang cepat dan yang lambat, yang kaya dan yang miskin.”

Semua orang yang terbebas dari depresi berat mengatakan kalau mereka memerangi kesepian. Mereka juga menekankan pentingnya dukungan orang-orang di sekitar.

“Merasa benar-benar sendirian adalah masalah yang besar buatku,” kata Hutton. “Dulu aku pernah dalam tahap percaya kalau aku ini tidak berharga.” Kembali ke sekolah membantu meringankan gejalanya karena ia bisa fokus pada hal yang baru.

“Depresi  itu tidak hilang sepenuhnya, dan aku juga berkali-kali merasa depresi berat setelahnya. Namun arah baru dalam hidup menyelamatkanku dari sisi terburuk depresi.”

Mencari bantuan lebih cepat telah membantu Therese Borchard, penulis di situs Everyday Health. Ia bisa menghindari gangguan jiwa yang berjalan selama 2 tahun setelah anak keduanya lahir.

Lukasik mengatakan kalau dia sangat kesepian. Ia juga bilang kalau dia beruntung karena mendapat kelompok pendukung lebih cepat.

 

3. Bersikap lembut pada dirimu sendiri, sayangi dirimu

 

www.terryhershey.com

www.terryhershey.com

“Kuharap dulu aku lebih baik dan lebih lembut pada diriku sendiri. Kuharap aku juga dulu belajar tentang cara menyayangi diri sendiri, bukannya menyalahkan diri sendiri karena mengalami depresi,” kata Borchard.

Beberapa orang lain mengutarakan hal yang serupa, “Jangan bersikap terlalu keras pada diri sendiri saat kamu merasa putus asa atau terlalu kewalahan,” kata Hutton. “Percaya kalau kamu itu salah atau buruk bisa mengambil alih hidupmu dengan sangat cepat.”

Kita akan sangat terbantu dengan mengakui kalau hidup itu tetap sulit baik kita menderita depresi ataupun tidak. “Kelembutan (pada diri sendiri) adalah satu-satunya cara untuk hidup melalui kekerasan (hidup),” kata Harman.

Faktanya, Claude menyarankan untuk menjalani aktivitas yang merilekskan tubuh, seperti pijat. Meditasi kesadaran selama 8 bulan juga telah membantunya mengelola rasa gugupnya.

 

4. Cari pengobatan, namun jangan batasi pilihan pengobatanmu

 

mynote-bayu.blogspot.com

Penyesalan terbesar yang Gelbart dengar dari klien-kliennya adalah mereka tidak lebih cepat mencari pertolongan.

“kuharap aku tidak menunda pengobatan,” kata Claude. Ada stigma tersendiri yang membuatnya ogah-ogahan menerima hasil diagnosisnya. Stigma apa itu? Stigma kalau jarang lelaki yang menderita depresi. Namun begitu ia tahu keluarganya ternyata banyak yang menderita depresi dan perasaan waswas, dia mulai menerima kalau ia butuh pengobatan.

“Aku baru tahu keputusanku itu tepat beberapa minggu setelahnya, saat putriku tiba-tiba menghampiriku dan berkata, ‘Aku cinta Ayahku yang baru.’”

Sementara yang lain, seperti Borchard, menyesal tidak menggali berbagai pilihan sebelum mengambil pengobatan.

“Melihat ke belakang, kuharap aku sudah menggunakan berbagai cara holistik menangani depresi sebelum aku mengambil resep obat. Kuharap juga aku sudah belajar betapa banyak masalah tak terlihat yang menyebabkan gejala depresi. Selama ini efek samping obat sudah benar-benar mengganggu kesehatanku,” katanya.

Berbagai pilihan perawatannya ada ruqyah, psikoterapi, meditasi, dan olah raga.

“Ada banyak penelitian yang membahas manfaat positif dari olah raga untuk mengatasi depresi. Banyak penelitian yang menandakan kalau olah raga itu bisa sesukses pengobatan,” kata Gelbart.

Lukasik mengatakan kalau menulis jurnal dan menjadi relawan sangat membantu mengatasi depresi. “Depresi akan menyeretmu ke jurang gelap tanpa tangga untuk naik keluar jika kamu biarkan,” katanya.

 

5. Ajari dirimu sendiri dan jadilah advokat bagi dirimu sendiri

 

belajar.kemdikbud.go.id

“Kamulah advokat terbaik bagi dirimu sendiri. Kamu juga bertanggung jawab untuk proses pemulihanmu. Jadi persenjatai dirimu dengan informasi,” kata Claude. Ia menyarankan untuk berkonsultasi ke “Dokter Google,” namun tetap skeptis akan isi konten di internet. Selalu konsultasi dengan ahli medis sebelum mencoba strategi berbeda dalam mengelola gejala depresimu. “Tidak ada obat penyembuh, dan tidak ada peluru ajaib  untuk menyembuhkan depresi,” katanya.

“Setelah didiagnosa, aku mengharapkan kasih sayang dan pemahaman. Tapi lebih sering, aku diberi tahu untuk mengubah sikapku sendiri atau lebih bersyukur atas apa yang kumiliki,” kata Lukasik. Mulanya ia menyerap perasaan negatif ini, ia merasa disalahpahami dan dijauhi. Namun ia mengatasinya dengan mengumumkannya facebook.com/lawyerswithdepression.

Ia menuliskan tentang depresi. Ia membuat website untuk pengacara yang terekena depresi di lawyerswithdepression.com. Dia juga membuat film dokumenter singkat untuk bisa mengungkapkan apa itu depresi.

 

6. Berinvestasilah ke gaya hidup sehat

 

emaze.com

Jika memungkinkan, membangun bisnis atau lingkungan kerja yang mengizinkan fleksibilitas dan waktu rehat bisa membantu merawat hidupmu secara lebih sehat. Jika mengatur ulang hidupmu sampai seperti itu tidak memungkinkan, kamu bisa membuat perubahan lainnya.

“Bekerjalah pada hal-hal yang bisa kamu kontrol, seperti menyeimbangkan hubungan pekerjaan dengan aspek kehidupan lainnya, berolah raga, makan lebih sehat, berhenti mengonsumsi alkohol, marijuana, atau obat-obatan lainnya untuk penyembuhan. Berkomunikasilah lebih dalam dengan orang-orang terdekatmu,” kata Gelbart.

Membuat perubahan-perubahan seperti itu tidaklah mudah, terlebih lagi bagi orang yang mengalami depresi. Namun tetap penting.

“Jika kebiasaan makan yang baik, olah raga rutin, serta tidur yang cukup dan berkualitas belum menjadi bagian dari gaya hidupmu, kamu perlu menggali ke dalam dirimu, cari motivasi dan energi untuk memasukkan semua ini ke dalam hidupmu,” kata Claude.

diterjemahkan dengan penyesuaian dari artikel Everyday Health.

Tinggalkan komentar