Budidaya Kangkung Air

Kangkung sudah menjadi bahan santapan yang wajib bila kita berbicara tentang lauk makan siang. Rasanya yang enak, bergizi, dan berserat tinggi sangat cocok untuk memenuhi nutrisi dalam tubuh. Hal ini yang dijadikan alasan banyak rumah makan yang menyediakan berbagai macam menu olahan kangkung, diantaranya adalah cah kangkung, sayur asam, sayur bening, rujak petis, dll. Kebutuhan akan sayuran yang meningkat tiap tahunnya adalah peluang usaha yang dapat kita manfaatkan. Lalu mengapa Anda tidak menanam kangkung di lahan yang Anda miliki?Budidaya kangkung tidaklah sulit bahkan sangat mudah sehingga Anda dapat langsung mempraktekkannya di lahan Anda sendiri.

Syarat Tumbuh Kangkung Air

Kangkung air adalah jenis sayuran yang ditanam di lahan berair semisal rawa. Perbedaannya dengan kangkung darat adalah kangkung air memiliki batang berwarna hijau besar dengan daun lebar berujung bulat dan berbunga ungu. Kangkung air bisa tumbuh dan hidup di dataran tinggi maupun dataran rendah asalkan kandungan airnya tercukupi. Kangkung air juga membutuhkan banyak sinar matahari dan lahan yang subur dan kaya akan zat organik terutama di daerah genangan air yang bisa tersimpan lama, bebas dari rumput dan gulma dan hama pengganggu seperi ulat, kutu daun, dan penyakit daun putih.

Menanam Kangkung Air

Petama-tama siapkan lahan sekitar 3 minggu sebelum ditanami dengan cara di bajak atau dicangkul dengan diberikan kompos/pupuk kandang sebelum diolah agar lahan subur dan siap ditanami dengan dosis sekitar 10 ton/hektar. Kemudian genangi dengan air dengan ketinggian air sekitar 5 cm.Buat bedengan dengan ukuran 2 x 1 meter dengan kedalaman 30 cm.

Pembibitan

Kangkung air cara pembibitannya adalah dengan stek batang, Anda dapat memilih bibit kangkung di pasar atau langsung membelinya dari petani. Pilih bibit yang berkualitas, yaitu bibit dengan panjang sekitar 20-30 cm.

Penanaman

Penanaman sebaiknya dilakukan saat pagi atau sore hari saat matahari tidak terlalu terik. Tancapkan batang bibit dengan jarak 1,5 x 1,5 cm. Penanaman saat musim hujan tidak perlu penambahan air, sebaliknya saat kemarau diperlukan penambahan air sebelum tanam. Pastikan Tanah dalam keadaan subur dan gembur sebelum ditanami, bila kurang dapat ditambahkan pupuk beberapa minggu sebelum tanam.

Penyiraman dan Pemupukan

Jangan lupa lakukan penyiraman dan pemupukan secara berkala.Saat cuaca sedang panas terik dan kering, penyiraman bisa sampai 2x sehari saat pagi hari dan sore hari. Sedangkan untuk pupuk, Anda dapat menambahkan pupuk urea setelah dua minggu setelah tanam. Pemantauan terhadap hama dan penyakit juga penting, basmi secara hayati agar predator alami tidak ikut mati.

Pemanenan

Masa panenan dapat dimulai setelah masuk usia 1,5 minggu setelah tanam. Rata-rata hasil panen per hektar bisa mencapai 10 ton.

Leave a Comment