5 Kebahagiaan Melimpah Kalau Kamu Menikah dengan Laki – Laki yang Lebih Muda

Buat kamu para perempuan, jangan meremehkan laki – laki muda. Karena pada saat muda, laki – laki tahu jalannya untuk menjadi dewasa. Juga saat masih muda, laki – laki mengerti bagaimana menyikapi berbagai masalah dengan berbagai cara.

Sebagai perempuan, kamu tentu mengidamkan sosok yang sanggup mengayomi. Tidak terlalu kebapakkan, namun juga tidak kekanak – kanakan. Kamu cukup butuh suami yang bisa bersikap seperti seorang ‘kakak’.

Namun, jangan kira bahwa laki – laki yang lebih muda dari kamu tidak bisa menjadi ‘kakak’ buat kamu. Terlebih, jangan mudah memutuskan untuk menolak pinangan laki – laki hanya karena ia lebih muda dari kamu.

Bahwa ia berani meminang kamu lewat ayah dan ibumu adalah fakta dan bukti sahih bahwa ia mungkin muda, tetapi bukan lagi anak – anak. Pertimbangkanlah dan kenalilah lebih jauh, kalau perlu kamu bisa meminta sesuatu untuk menguji keseriusannya.

Jangan jadikan hak meminta mahar sebagai ajang memberatkan laki – laki muda yang melamar kamu. Namun, adalah hak kamu untuk meminta sesuatu yang logis untuk dilakukan, sekaligus sebagai ujian kesungguhan bagi si laki – laki muda.

Selain itu, coba juga pikirkan, beberapa sifat laki – laki muda di bawah ini bisa jadi membantu kamu dalam mempertimbangkan pilihan kamu. Jadi, jangan ragu menikah dengan laki – laki yang lebih muda dari kamu.

Kekanak – kanakan Namun Menyenangkan

pixareuzblog.com

Bisa jadi ia memang memiliki sifat kekanak – kanakan, namun bukankah serius sepanjang hari juga melelahkan? Sebagai perempuan, kamu mungkin akan mudah terbawa perasaan dan memendam kekesalan pada masalah sehari – hari.

Barangkali kamu justru akan tambah kesal saat menceritakan masalah kamu seharian dan respon suami yang lebih muda justru biasa saja. Namun, bukankah sebenarnya banyak masalah perempuan yang hanyalah masalah biasa?

Paling tidak, kamu akan belajar kesabaran dari sikap kekanak – kanakan suami kamu yang lebih muda dan cenderung take it easy. Seperti anak – anak, hari ini musuh, besok kembali menjadi kawan.

Bukankah sikap suami yang seperti itu justru menyenangkan?

 

Penuh Canda dan Tawa

mymuslimwedding.co.uk

Tentu saja kehidupan rumah tangga kamu akan penuh canda dan tawa. Pasangan kamu yang lebih muda tahu kapan harus bercanda, terutama saat kamu sedang merengut dan cemberut.

Hal yang pasti, kamu yang perasaannya lebih sering berubah suasana, akan jauh lebih mudah tersenyum meski sedang marah pun. Bukankah semua perempuan menyukai laki – laki yang humoris? Memangnya kamu tidak?

 

Belajar Cinta dari Perbedaan

unsplash.com

Kamu akan belajar cinta dankesabaran dari perbedaan. Ia juga melakukan pilihan besar dengan memilih kamu, perempua yang lebih tua untuk menjadi pasangannya. Jadi, pada dasarnya kalian sama – sama melakukan pilihan yang signifikan.

Bisa jadi banyak kawan, tetangga atau teman kantor yang mempertanyakan hal ini pada suami kamu. Mengapa ia memilih perempuan yang lebih tua? Tentu saja ia tidak pernah menceritakan pada kamu tentang ungkapan dan ocehan nyinyir diluar.

Namun dari situlah cinta tumbuh lebih hebat, lebih lebat dan jauh lebih kuat. Perbedaan dicuptakan sebagai ujian sekaligus kemudahan dalam merayakan cinta, bukankah seperti itu cinta kamu?

 

Optimis dan Penuh Keyakinan

unsplash.com

Kalau kamu menikah dengan laki – laki yang lebih muda, lihatlah dengan seksama. Perhatikan dengan teliti, ia telah berusaha sekuat hati, jiwa dan raga untuk menjadi pribadi yang optimis dan penuh keyakinan.

Kamu mungkin tidak sadar bahwa ia selalu berusaha mengimbangi usia kamu yang lebih tua. Pasangan kamu menunjukkan upaya itu lewat banyak hal, lewat kerja, lewat diskusi denganmu dan tentu saja lewat wujud cintanya padamu.

 

Sahabat Untuk Anak

unsplash.com

Karena usianya yang lebih muda, pasangan kamu akan jadi ayah yang katakanlah ‘sempurna’. Ia bisa mengimbangi anak laki – laki kamu dalam hal permainan, pun megimbangi anak perempuan kamu dalam kedewasaan sebagai ‘kakak’.

Percayalah bahwa pasangan kamu dan anak kamu kelak akan jadi sahabat yang saling melengkapi. Laki – laki yang mau menurunkan sikap dewasanya demi mengimbangi antusiasme anak – anak, bukankah sikap ayah semacam itu yang kamu inginkan?